Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Kenapa ? Twitter Banyak ditinggalkan penggemarnya, ini penjelasanya !

Minggu, 27 November 2022 | 12.53 WIB Last Updated 2022-11-27T05:53:49Z
    Share


Terpeka.com - Elon Musk yang merupakan Bos tesla setelah resmi membeli Twitter Sejumlah kebijakannya menimbulkan kontroversi.


Sejak menyelesaikan pembelian senilai US$44 miliar pada akhir Oktober, Musk telah memberhentikan setengah dari karyawan media sosial.

Selain itu, ia juga memicu ratusan insinyur dan karyawan Twitter lainnya untuk berhenti. Musk juga meminta staf untuk bekerja keras 40 jam per minggu di kantor. Otomatis bekerja di rumah alias work from home dihilangkan.

Tak hanya karyawan, pengguna Twitter pun berjatuhan, terutama di kalangan artis, penyanyi, selebriti, dan brand ternama.

Mereka tidak setuju dengan konsep kebebasan berbicara Musk. Pasalnya, Musk justru memberikan amnesti kepada akun-akun yang menyebarkan ujaran kebencian dan misinformasi. Salah satu akun kontroversial milik mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Banyak pengguna Twitter yang bersiap meninggalkan platform microblogging ini setelah kedatangan pemilik barunya, Elon Musk. Beberapa pengguna melihat akuisisi ini sebagai alasan untuk terbang menjauh.

Kenapa platform ini akan ditinggalkan oleh para penggunanya?

Salah satu hal yang membuat banyak orang ingin menjauh dari Twitter adalah banyaknya orang yang percaya bahwa Elon Musk akan membiarkan hinaan rasis, seksis, dan semacamnya, bersembunyi di balik kedok kebebasan dan lelucon.

Soalnya, ujaran kebencian meroket di Twitter sejak Musk mengambil alih. Mengutip Variety, penggunaan kata N-word di Twitter meningkat hampir 500 persen dalam kurun waktu 12 jam setelah Musk mengakuisisi Twitter. Kata-N itu sendiri adalah kata yang kasar, yang tidak bisa diucapkan sembarangan.

Beberapa orang telah menyatakan bahwa mereka meninggalkan platform untuk media sosial alternatif, seperti Mastadon, Counter Social, dan lainnya –bahkan LinkedIn.

Pembicaraan di Twitter sepanjang minggu adalah tentang bagaimana kita dapat menemukan satu sama lain untuk terhubung dan terus bekerja dengan platform baru.

Hal lain yang menyebabkan banyak pengguna Twitter menghilang adalah karena sistem centang verifikasi berbayar US$ 7,99 yang diterapkan Elon Musk.

Meskipun Elon Musk menawarkan beberapa keuntungan dari akun tik berbayar, masih banyak orang Twitter yang tidak setuju.

Yang jelas, Twitter sebagai perusahaan publik kini bisa terbang tanpa arah. Wujud dan nasibnya ketika dia kembali akan sangat bergantung pada bagaimana Mad Man terbaru Silicon Valley berhasil mengubah platform ini.
Ikuti kami di Google News